
Makassar — Universitas Hasanuddin melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Sosialisasi Riset Kolaborasi Thematic Research Group (TRG) Tahun 2026 pada Kamis (19/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem riset tematik dan kolaboratif di lingkungan Unhas.
Pada 2026, Unhas menetapkan 30 TRG baru, melengkapi 254 TRG yang telah dibentuk pada tahun sebelumnya. Salah satu TRG yang resmi ditetapkan adalah Disability Research Group (DRG), dengan Dr. Ishak Salim, S.IP., M.A. sebagai ketua.
Dr. Ishak Salim, yang juga merupakan dosen Departemen Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, menegaskan bahwa isu disabilitas memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan.
Menurutnya, riset disabilitas tidak dapat dipisahkan dari pergeseran paradigma administrasi publik, khususnya dalam kerangka New Public Governance dan New Public Service, yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, kolaborasi, serta partisipasi warga sebagai fondasi utama pelayanan publik.

“Disabilitas bukan semata persoalan individu, tetapi persoalan kebijakan dan tata kelola. Dalam perspektif New Public Governance, penyandang disabilitas harus diposisikan sebagai mitra dalam co-production dan co-creation of public value, bukan sekadar penerima layanan,” ujar Ishak.
Ia menambahkan bahwa melalui Disability Research Group, Unhas membuka ruang riset untuk memahami bagaimana kebijakan publik, desain institusi, dan praktik pelayanan dapat menghasilkan atau justru menghambat inklusivitas.
“Riset disabilitas memberi kontribusi penting dalam membangun kebijakan publik yang lebih manusiawi, adil, dan partisipatif. Ini sejalan dengan semangat New Public Service yang menempatkan kepentingan warga dan nilai bersama di atas sekadar efisiensi administratif,” jelasnya.
Ke depan, DRG diharapkan menjadi wadah pengembangan riset lintas disiplin yang memperkuat kebijakan kampus inklusif sekaligus memperkaya kajian administrasi publik dengan perspektif disabilitas. Pembentukan DRG ini juga akan diperkuat dengan rencana penerbitan Disability and Inclusive Development Journal (DIDJ) sebagai ruang publikasi ilmiah di bidang riset disabilitas.